Saya memang lemah, gampang sekali menangis alias cengeng, tapi bukan berarti saya bisa diperlakukan begini sesering mungkin. Saya juga bisa berontak :(
Allo tout le monde! Udah lama banget saya nggak nyampah dan mengobral kata-kata disini. Saya udah kebanyakan hibernasi dari dunia tulis menulisa dan ketik mengetik. Kini saatnya buat bangkit kembali, yeaaah! Anyway, sebenernya bukan hibernasi secara harfiah ya, yekali saya bener-bener molor kayak Sandy di salah satu episode Spongebob Squarepants, “ Survival of the Idiots” :D jadi lebih tepatnya, vakum dulu (gimana sih cara nulis vakum yang bener? Vacuum? *cleanerkali* biarin deh ya kalo salah hehehe), karena setelah lulusan, ngurus skripsi sampe jadi hard cover, terus ke pending juga karena jadi part timer di XXI Jatos sembari nunggu panggilan interview ditempat lain, terus di rolling ke the Premiere XXI Ciwalk, sempet berhenti sejenak, terus ke acara nikahannya 3 sahabat kece, yaitu Kiki Novita Sari di Tasik, Niela Himmatina di Jakarta, dan Revina Anggraini di Bogor. Lantas balik lagi nge-part time di Ciwalk sampe keluar lagi, dan nengokin dedek bayinya si Juliana :D Gimana rasan...
Heyhooo... Selamat lebaran semuanyaaaa... semoga kita kembali ke fitrah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, serta selalu mendapat rizki, nikmat dan kesejahteraan dari Allah S.W.T, amiiiin Dan, dresscode lebaran kami taun ini adalaaaah... fuschia-grey...hihi, emang nyeleneh sih, disaat yang lain pada pake baju putih, kita paling bikin silau mata orang-orang hehehe, biarin dah.. :* XOXO sama Mamoz Papoz kelar sholat Ied
Pukul satu dini hari, dan indera penglihatanku belum mau terpejam. Berkelebat semua problema di dalam otak sempitku. Akhir-akhir ini, kuakui banyak sifat buruk kian menggelayuti ragaku. Di dalam hati aku mengiyakannya, namun logika tetap bersikukuh memberikan perlawanan. Ingin sekali aku abaikan sat demi satu masalah yang datang silih berganti dihidupku. Tapi ku tak bisa. Ingin ku tepis sifat-sifat buruk yang menggerogotiku, namun ku malah berkawan dan tenggelam dengannya. Disaat seperti ini, aku sangat merindukan Tuhan. Hanya Ia-lah yang sanggup merangkul segala beban batinku. Hanya kepada-Nya lah aku meminta petunjuk hidup. Aku membutuhkan-Nya, namun kadang aku terlalu sombong untuk tak berada dekat dengan-Nya, terlalu malu untuk meminta. Aku terlena dalam keriaanku sendiri. Karier. Ya. Hal itu yang saat ini sedang kuperjuangkan. Untukku, dan untuk membalas ketulusan orangtuaku dalam merawat, menjaga dan mengasuhku, sedari aku masih berupa bibit, tunas, hingga menjulang semp...
Komentar
Posting Komentar